SELAMAT DATANG KE BLOG UBK

Kami Panel UBK Berbesarhati Dengan Kelapangan Anda Mengunjungi Blog Kami. Semoga Perkongsian Yang Sihat Dapat Dijalin Bersama Dalam Membentuk Dan Membimbing Modal Insan Yang Berkualiti Dan Berdaya Saing.

Sunday, July 18, 2010

KISAH SI PENARI MUDA

Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol berbanding dengan kawan-kawannya, sehingga dia seringkali menjadi juara di pelbagai pertandingan yang diadakan. Dia berfikir, dengan apa yang dimilikinya pada saat itu, apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Russia, China, Amerika, Jepun, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepuk tangan kepadanya.

Suatu hari, kotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat, dan dari latihannya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya.

Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil bertemu dengan sang pakar di belakang panggung, selepas sebuah pertunjukan tarian. Si gadis muda bertanya "Encik, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari ? Saya ingin tahu pendapat anda tentang tarian saya".

"baiklah, menarilah di depan saya selama 10 minit", jawab sang pakar.

Belum lagi 10 minit berlalu, sang pakar berdiri dari kerusinya, lalu berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Betapa hancur si gadis muda melihat sikap sang pakar. Si gadis langsung berlari keluar.

Pulang ke rumah, dia langsung menangis tersedu-sedu. Dia menjadi benci terhadap dirinya sendiri. Ternyata tarian yang selama ini dia bangga-banggakan tidak ada kehebatannya di hadapan sang pakar. Kemudian dia ambil kasut tarinya, dan dia buangkan ke dalam tong sampah. Sejak saat itu, dia bersumpah tidak akan lagi menari.

Puluhan tahun berlalu. Sang gadis muda kini telah menjadi ibu dengan tiga orang anak. Suaminya telah meninggal. Dan untuk menyara keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan dari sebuah kedai di sudut jalan.

Suatu hari, ada sebuah pertunjukan tarian yang diadakan di kota itu. Nampak sang pakar berada di antara para penari muda di belakang panggung. Sang pakar nampak tua, dengan rambutnya yang sudah putih. Si ibu muda dengan tiga anaknya juga datang ke pertunjukan tarian tersebut.

Selepas acara, ibu ini membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar, dan memperkenalkan ketiga anaknya kepada sang pakar. Sang pakar masih mengenali ibu muda ini, dan kemudian mereka bercerita secara akrab.

Si ibu bertanya ", Encik, ada satu pertanyaan yang disimpan di hati saya. Ini tentang penampilan saya sewaktu menari di hadapan anda bertahun-tahun yang silam. Sebegitu terukkah penampilan saya saat itu, sehingga anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja, tanpa berkata walau sepatah kata pun ?".

"oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah melihat tarian seindah yang kamu lakukan waktu itu. Saya rasa kamu akan menjadi penari kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu tiba-tiba berhenti dari dunia tari", jawab sang pakar.

Si ibu muda sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar.

"ini tidak adil", seru si ibu muda. "sikap anda telah mencuri semua impian saya. Kalau memang tarian saya bagus, mengapa anda meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru menari beberapa minit. Anda seharusnya memuji saya, dan bukan mengacuhkan saya begitu saja. Semestinya saya boleh menjadi penari kelas dunia. Bukan hanya menjadi pelayan kedai !".

Si pakar menjawab lagi dengan tenang "tidak …. Tidak, saya rasa saya telah berbuat dengan benar. Anda tidak harus makan seperiuk bubur untuk membuktikan bubur itu enak. Demikian juga saya. Saya tidak harus menonton anda 10 minit untuk membuktikan tarian anda bagus. Malam itu saya juga sangat lelah setelah pertunjukkan. Maka sejenak saya tinggalkan anda, untuk mengambil kad nama saya, dan berharap anda mahu menghubungi saya lagi keesokan hari. Tapi anda sudah pergi ketika saya keluar.

Dan satu hal yang perlu anda camkan, bahwa anda mestinya fokus pada impian anda, bukan pada ucapan atau tindakan saya. Lalu pujian? Kamu mengharapkan pujian? Ah, waktu itu kamu sedang bertumbuh. Pujian itu seperti pedang bermata dua. Ada kalanya memotivasimu, boleh pula melemahkanmu.

Dan faktanya saya melihat bahawa sebahagian besar pujian yang diberikan pada saat seseorang sedang bertumbuh, hanya akan membuat dirinya puas dan pertumbuhannya berhenti. Saya justeru lebih suka mengacuhkanmu, agar hal itu boleh membuatmu menjadi lebih baik dengan lebih cepat lagi. Lagi pula, pujian itu seharusnya datang dari keinginan saya sendiri. Tidak harus anda meminta pujian dari orang lain".

"anda lihat, ini sebenarnya hanyalah masalah kecil. Seandainya anda pada waktu itu tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap menari, mungkin hari ini anda sudah menjadi penari kelas dunia. Mungkin anda sakit hati pada waktu itu, tapi sakit hati anda akan cepat hilang begitu anda berlatih kembali. Tapi sakit hati kerana penyesalan anda hari ini tidak akan boleh hilang selama-lamanya ……..".

No comments: